Minggu, 23 Mei 2010

Penyakit-penyakit Yang Dialami Ibu Hamil

Saat hamil, kondisi kesehatan ibu akan menentukan sehat tidaknya pertumbuhan janin. Namun sebetulnya, kehamilan itu sendiri bisa menjadi penyebab menurunnya daya tahan ibu yang kemudian memicu munculnya beberapa penyakit. Aneka penyakit yang kerap muncul dan penyebabnya:

Pendarahan

Kondisi ini terjadi di awal masa kehamilan (trimester pertama), tengah semester (trimester kedua) atau bahkan pada masa kehamilan tua (trimester ketiga). Perdarahan pada kehamilan merupakan keadaan yang tidak normal sehingga harus diwaspadai. Ada beberapa penyebab perdarahan yang dialami oleh wanita hamil. Setiap kasus muncul dalam fase tertentu.
Ibu hamil yang mengalami perdarahan perlu segera diperiksa untuk mengetahui penyebabnya agar bisa dilakukan solusi medis yang tepat untuk menyelamatkan kehamilan. Adakalanya kehamilan bisa diselamatkan, namum tidak jarang yang gagal. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kandungan disertai dengan pengajuan beberapa pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan terjadinya perdarahan. Bila perlu dilakukan pemeriksaan penunjang seperti ultrasonographi (USG) dan pemeriksaan laboratorium.

Alergi Dan Penyakit Kulit

Alergi bisa muncul dalam bentuk gatal-gatal, bersin-bersin, sampai asma. Salah satu faktor penyebabnya adalah sistem imunitas atau kekebalan tubuh. Kehamilan membuat kekebalan tubuh ibu menurun. Belum lagi adanya perubahan kadar hormon progesteron yang akan mempermudah munculnya alergi. Ada juga beberapa penyakit kulit yang muncul saat ibu hamil. Salah satunya peurigo gestationalis.

Gejalanya berupa beruntusan dan gatal-gatal pada seluruh tubuh. Keluhan ini biasanya muncul di trimester kedua atau ketiga. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah menghindari alergen atau zat-zat pemicu alergi. "Kalau ibu alergi debu atau udara dingin, contohnya, ya sebaiknya menjauhlah dari sumber tersebut. Selain itu, makanlah makanan yang rendah lemak, tapi tinggi karbohidrat dan protein."

Seandainya dengan upaya di atas, alergi tetap saja muncul, sebaiknya ibu hamil segera berkonsultasi pada dokter kandungan. "Saat kehamilan muda, konsumsi obat yang diminum harus betul-betul selektif. Kalaupun ibu hamil harus minum obat, dokter akan memastikan obat tersebut aman untuk janinnya, selain itu, kebersihan tubuh harus dijaga. Jangan sampai, karena gatal, ibu terus menggaruk kulitnya sampai luka yang memungkinkan kuman ataupun bakteri lain masuk.

Saluran Pernafasan

Penyakit yang juga sering muncul pada kehamilan adalah penyakit-penyakit yang ada hubungannya dengan saluran pernapasan, di antaranya pneumonia, tuberkulosis dan influensa. Penyebabnya, dengan makin besarnya kandungan, diafragma atau sekat rongga dada pun kian tertekan ke atas.

Akibatnya, ruang paru-paru jadi lebih sempit, sehingga oksigen yang masuk ke paru-paru makin sedikit pula. Sebagai kompensasinya, napas pun jadi semakin cepat yang membuat ibu hamil gampang tersengal-sengal."

Aspek lain yang juga menjadi penyebab munculnya penyakit saluran pernapasan adalah meningkatnya hormon progesteron. Peningkatan hormon ini menyebabkan otot-otot pernapasan menjadi kendur. Padahal, untuk bisa menyediakan oksigen dalam jumlah yang sama atau malah lebih selama hamil mau tidak mau otot-otot itu dipacu bekerja lebih cepat. Melemahnya daya tahan tubuh ibu maupun perubahan volume darah juga membuat ibu hamil lebih mudah terkena infeksi dibanding kondisi tidak hamil.

Upaya pencegahan yang bisa dilakukan antara lain dengan menerapkan pola hidup sehat, terutama asupan makanan bergizi, cukup istirahat, dan teratur melakukan olahraga ringan.

Saluran Pencernaan

Saluran pencernaan juga bisa terganggu selama kehamilan. Di antaranya adalah hipersalivasi atau produksi air liur berlebihan akibat pengaruh hormon estrogen. Gangguan yang menyangkut organ lambung juga sering muncul pada ibu hamil, biasa disebut dengan sakit maag atau gastritis. Akibat rasa mual yang ditimbulkan, ibu hamil biasanya jadi malas makan yang justru akan meningkatkan produksi asam lambung.
Cara pencegahannya tak lain adalah dengan makan teratur. Kalau tidak berselera makan makanan berat, cobalah untuk memakan makanan ringan. Yang penting perut tidak kosong dan selalu diisi. Gangguan lain yang juga muncul, terutama di kehamilan tua, adalah bertambah besarnya janin yang kemudian mendesak usus halus.

Dalam istilah kedokteran disebut ileus yang akan menyebabkan ibu hamil mengalami mual-muntah secara berlebihan, gangguan buang air besar, dan perut kembung seperti kolik. Bila muncul gejala ini, ibu hamil harus segera berkonsultasi pada dokter kandungannya secara intensif, mengingat hal tersebut tak bisa dicegah.

Diabetes

Ibu hamil juga rawan mengalami perubahan berupa kenaikan kadar gula darah yang tidak pernah dialami saat sebelum hamil. Pasalnya, pada ibu hamil terjadi perubahan metabolisme penghancuran karbohidrat. Bertambah tingginya kadar hormon progesteron dan hormon estrogen dibanding saat tidak hamil berpengaruh pada menurunnya kemampuan daya tangkap insulin.

Padahal inisulin sangat diperlukan untuk menetralisir peningkatan gula darah seseorang. Kendati bisa saja sebelum kehamilan ibu sudah memiliki riwayat diabetes, tapi tidak tertutup kemungkinan gangguan ini terjadi pada wanita yang sebelumnya normal. Jadi, diabetes baru muncul setelah hamil dan satu-satunya cara untuk mengetahui kondisi ini adalah dengan screening. Kalau memang diduga ada diabetes, atau kadar gula darah sewaktunya di atas 140, dokter akan menyarankan ibu untuk diet. Diabetes pada ibu hamil antara lain bisa menyebabkan preeklampsia dan keguguran ataupun persalinan prematur.

Dampaknya pada janin bisa berupa kelainan kongenital (cacat bawaan) dan giant baby atau lahir dengan berat lebih dari 4.000 gram. Oleh karena itu, dianjurkan untuk semua ibu hamil untuk kontrol gula darah secara teratur selama kehamilan dan juga mengkonsultasikan setiap masalah yang dialami.

Preeklamsia

Preeklamsia adalah suatu kondisi dimana tekanan darah meningkat selama masa kehamilan. Bila tekanan darah meningkat, tubuh Anda menahan air, dan protein bisa ditemukan dalam urin. Hal seperti ini juga disebut sebagai toxemia atau pregnancy induced hypertension (PIH). Penyebab pasti terjadinya kasus preeklamsia tidak diketahui.

baca lebih lanjut...

0 komentar:

Poskan Komentar